Sabtu, 04 Juni 2011

Benci

Kala benci dekap hati
Baik budi itu dusta
Kala benci liputi hati
Baik pekerti itu cela

Mata dibalut benci
Terlihat hanyalah keji
Laku baik tak akui
Melekat dengki dihati

Hina dengan kata
Sindir dengan syair
Ganggu dengan lagu
Suburkan benci dalam diri

Bagi ia yang benci
Tak selangkah ia berhenti
Slalu caci
Maki tiada terhenti

Miskin

Miskin bukan alasan
Tuk tak sembah Tuhan
Bukan halangan
Tuk tak jalankan perintah Tuhan
Bukan rintangan
Tuk tidak mengabdi pada Tuhan

Miskin harta boleh saja
Miskin hati janganlah
Dengan iman hati penuhi
Kosong tiadalah berarti

Jangan terlena hijau ranau dunia
Terpukau mata olehnya
Tenggelam tak dapat bangkit darinya
Hanyut diri karenanya
Tertipu kesenangannya
Sesaat sementara

Manusia sesat
Terjerumus terjerat
Buta hati kena muslihat
Ayat Tuhan tiada ia lihat

Dengan harta tiadalah selamat
Ancaman adzab akhirat
Berpunya dengan harta jangan khianat
Papa jangan berlaku bejat

Kutunggu

Datanglah satriaku
Hariku berselimut rindu
Terkenang akan wajahmu
Terbayang dirimu
Rasuki sukmaku

Bayangmu rayu diriku
Alunan cinta mendayu-dayu
Hadir dalam lamunanku
Ajakku terbang ke langit biru

Hati sakit ku rasa
Kala berpisah
Hadirmu ku damba
Obati hatiku luka
Gerbang hati ku buka
Sambut datangmu ksatria

Datanglah matahariku
Terangi kembali hidupku
Bangkitkan jiwa terkulai layu
Pancaran panas sinarmu
Surya harapanku

Di sisimu
Benderang hatiku
Di dekatmu
Damai hariku
Dirimu….. kutunggu…..

Mimpi

Malam ini
Kau pergi ke alam mimpi
Sampai puncak keindahan tinggi
Kau puja kau puji
Ciptaan Ilahi
Tiada yang tandingi




Berlayar dilautan mimpi
Bertemu kasih pujaan hati
Rindu tiada terperi
Kini terobati

Berlabuh di pulau impian
Dengan sang idaman
Kasih pujaan
Tawarkan kedamaian

Kicau burung bersautan
Warnai hati kasmaran
Tambah kesyahduan

Desiran ombak berkata
Berantaian sampaikan cinta
Pada kelembutan menjelma

Kata-kata bak serantaian mutiara
Gambarkanmu punya pekerti
Indah tiada tara
Jadikanmu ratu mimpi

Cobaan

Cobaan…..
Kerap datang dan turunkan
Tiap insan
Adakah iman

Coba ketakwaan
Tegar atau pudar berjatuhan
Tegar tanda kesenangan
Pudar kesengsaraan

Jangan lumpuh iman
Kala dapat cobaan
Tawakal pada-Nya
Bahagia kau rasa

Cobaan…..
Tak kan pernah bosan
Hampiri tiap kehidupan
Bagi kita iman
Jangan gadaikan

Sabar…..
Kala cobaan mendekat
Syukur…..
Kala nikmat didapat
Bahagia dunia sesaat
Selamat abadi di akhirat

Dendam

Banyak orang tak suka
Lihat kita jaya
Genggam citra dunia
Mereka picingkan mata
Pendam dendam dalam hatinya

Hubungan kuat kita
Coba ia hancurkan
Putuskan tali cinta
Demi tercapai tujuan
Semua ia lakukan

Apapun kan korbankan
Untuk kita kebinasaan
Api dendam nyalakan
Tuk bakar impian

Iri dengki
Tenggelamkan diri
Baik kita miliki
Dipandang ia keji
Melihat mata buta hati

Gelora dendam tak padam
Deburnya tak pernah karam

Serahkan pada Tuhan
Dapatlah pertolongan

Kembali

Nanti ku akan kembali
Padamu kasih
Rindu di hati
Tak tertahankan lagi

Tunggu ku akan datang
Sambutlah daku hai riang
Sungguh hati rasa senang
Temui yang ku kenang

Angin pengembara bawa kabar
Datang kumbang  tak sabar
Onak duri rintangi sukar
Terobos dengan tegar

Burung duta suara
Nyanyikan lagu cinta
Bagimu kenanga
Lantunan asmara
Membuai jiwa

Obatilah hati terlena
Dengan belaian kasihmu puja
Pesona cinta
Seindahnya pesona
Indah sejuta rasa

Halal Haram

Hidup adalah pilihan
Halal haram ditawarkan
Manusia tentukan pilihan
Semua kan pertanggungjawabkan
Dihadapan manusia dan Tuhan

Yang halal persilahkan
Ambil laksanakan
Pasti kan ada balasan
Tiap perbuatan
Itu janji Tuhan

Yang haram ambil tak apa
Kuatkan diri tuk pikul akibatnya
Jangan sesali adzab-Nya
Untukmu balasannya
Itu bukti Tuhan yang nyata

Jangan sekali permainkan
Hukum dan peraturan Tuhan
Halal jangan diharamkan
Jangan putar balikan
Undang murka Tuhan
Diri tak kan bisa selamatkan

Sadarlah manusia
Hidup sekali saja di dunia
Iman dan takwa
Bekal hidup di alam baka

Merpati

Daku terserang
Rindu meradang
Sayat hati yang kasmaran
Merpati jauh dipandang

Bagai pejuang fii sabiilillah
Sabetan pedang banyak mendera
Haus menahan dahaga
Mengharap setetes air cinta
Tuk pulihkan tenaga

Tlah ku berusaha
Tiada pula merpati ku dapat
Tlah ku mendatanginya
Ia terbang sangatlah cepat

Tak patutkah ku dapat
Kasih penghibur hati
Tak patutkah ku dapat
Cinta pelipur lara

Sekian lama ku berkelana
Tiada hati merpati terima
Terbang di angkasa sana
Tiada berdaya ku menjangkaunya
Duhai…..
Tiada ku berdaya


Dia

Kau Tanya
Sudahkah kasih ku punya
Kau kira
Tak ada bunga ku puja
Jangan salah sangka

Kini kau tahu
Bunga hati yang kurindu
Kau Tanya
Siapa gerangan orangnya

Tak kan ku katakana padamu
Siapa gerangan namanya
Ku takut ia malu
Kala ketahuinya

Ialah mentariku
Terang alam karenanya
Kalaulah tersipu malu
Gulita malam bagai buta mata

Ialah rembulan
Sejuk hati terkena sinarnya
Sungguh ia perempuan
Tenangkan hati tiap perkataanya
Manis budi pekertinya
Dia.....

Putriku

Wahai putriku tercinta
Sembunyikanlah raut wajah cantikmu
Dibalik jilbab panjangmu
Hiasilah dirimu dengan budi pekerti
Hambakan diri pada Ilahi Rabbi

Putriku......
Puspita belahan jiwa
Baktimu sungguh tiada tara
Putih hatimu seputih salju
Lestari cintamu

Kau…..
wanita salehah
Relakan penderitaan sendiri
Demi bahagia orang tua
Korbankan kepentingan pribadi
Bakti pada orang tua

Cintamu tak pernah layu
Bak bunga surga
Tetap segar selamanya

Jumat, 03 Juni 2011

Izzah


Duka lara tak terasa
Kala berjumpa
Riang bahagia
Menyelimuti jiwa raga

Izzah…..
Ku rindukan senyummu
Sangat ku rindukan
Ku rindukan candamu
Sangat ku rindukan

Ku harapkan kasihmu
Tuk sayangiku
Ku harapkan sayangmu
Tuk cintaiku
Izzah…..

Kan ku sirami cinta ini
Dengan air telaga suci
Bunga cinta tak kan layu
Masih tertimpa curahan rindu
Kasih menggebu

Akhlak hiasanmu
Malu pakaianmu
Ku kenang
Kan ku kenang

Kapan kita jumpa
Bertegur sapa canda dan tawa?
Izzah…..