Kala benci dekap hati
Baik budi itu dusta
Kala benci liputi hati
Baik pekerti itu cela
Mata dibalut benci
Terlihat hanyalah keji
Laku baik tak akui
Melekat dengki dihati
Hina dengan kata
Sindir dengan syair
Ganggu dengan lagu
Suburkan benci dalam diri
Bagi ia yang benci
Tak selangkah ia berhenti
Slalu caci
Maki tiada terhenti

