Kamis, 22 Desember 2011

Kembalilah

Tlah sering ku mengingatkan
Tiada kau dengarkan
Berkali ku nasihatkan
Berkali pula kau ulang kelakuan

Sekarang lakukanlah sesuka hatimu
Ku rela menderita demi kamu
Ku rela disakiti olehmu
Karena ku menyayangimu
Setulus hatiku

Kusajikan cinta untukmu seorang diri
Tulus kucurahkan sayang ini
Namun padaku tiada kau menyayangi
Sayangmu masih untuknya
Cintamu hanya kepadanya
Kembalilah kenaungan cintanya

Kau gambarkan kata-kata cinta padanya
Padaku tiada sekata
Kata sayang layangkan untuknya
Padaku tiada berkata
Rindu kepadanya
Padaku hampa

Tiada daya ia kau lupakan
Karena dialah sang pujaan
Carilah ia
Kembalilah padanya

Jangan pedulikanku
Jangan pertahankanku
Sudah lelah hati ini
Selalu disakiti

Jumpa

Lama sudah waktu pisahkan kita
Kini jumpa tak terduga
Dahaga mendera
Hilang kureguk air cinta

Kasih belahan jiwa
Ku rindu berjumpa
Kembali kini bahagia
Setelah ditelan masa
Lenyaplah semua beban derita

Bahagia rasa tak terkira
Terbuai jiwa harum bunga cinta
Melayang ku dibuatnya
Mencapai puncak kenikmatan surga

Kau nanti sekian lamanya
Diriku penuh setia
Ku datang kini hai pesona
Tuk curahkan rasa

Sungguh hatiku tertawan
Wajah cantikmu rupawan
Sungguh diriku terpana
Budimu jelita
Adaku hanya untukmu
Kasihku...

Minggu, 06 November 2011

Maaf

Maaf...
Bukan maksud ku sakitimu
Tiada terdetik laraimu
Bukan maksud paksa dirimu
Tiada terdetik desak dirimu
bukan maksud ku menekanmu
Tiada terbersit lukaimu

Baik ku ingin untukmu
Sejahtera ingin tuk bungaku
Tak ingin ku kehilanganmu
Kau slalu dilubuk hatiku
Bersemayam di benakku

Kesalmu guncangkan hatiku
Marahmu galaukan perasaanku
Rasa bersalah liputi pikiranku
Kala kau berpolah padaku

Sadar ku banyak salah
Salah memang ku bertingkah
Harapku hanyalah maafmu
Damba senyummu selalu

Kau dambaan hatiku
Kumbang sari dalam sanubari
Maafkanku hai kasih suci
Dengan salah diri dipenuhi
Maaf...

Sabtu, 09 Juli 2011

Engkau

Walau jauh jarak pisahkan kita
Walau lama waktu pertemukan kita
Benang kasih kan slalu terpaut
Harapku tak kan pernah kerut

Jangan kau tinggalkanku
Jangan kau lari dariku
Ku ingin kau bersamaku
Dalam mimpi dan nyataku
Duhai dewiku

Sepi hati tanpa dirimu
Sunyi hari tanpa tawamu
Tak ingin ku kehilanganmu
Kaulah harapanku

Ku harapkan setiamu
Datangku untukmu
Wahai impianku
Jangan kau menjauh dariku

Candamu senyumkanku
Lembut sikapmu buai diriku
Senyummu melebur kalbu
Kau tempati ruang hatiku

Sabtu, 02 Juli 2011

Jauh sangka dari nyata

Ku tutup telinga kala dengar namamu
Palingkan muka kala bertemu denganmu
Tak suka kala orang bercerita akan dirimu
Tak lega kala orang berkata tentangmu
Sebelum ku kenal pribadimu

Sangkaku padamu
Hanyalah sangka keliru
Bak orang tak berilmu
Terka sesuatu yang tak tahu

Namun ternyata
Seluruh kebaikan kau punya
Pukau mata dengan segala pesona
Jauh sangka dari nyata
Maafkan daku hai puja

Ucapmu sejukan kalbu
Katamu nyamankan jiwaku
Hadirmu riangkan daku
Perangaimu silaukan mataku
Nyatanya dirimu

Harum namamu kau tinggalkan
Laku baikmu diabadikan
Kan slalu jadi kenangan
Dalam kalbu tiap insan
Sepanjang zaman

Sabtu, 04 Juni 2011

Benci

Kala benci dekap hati
Baik budi itu dusta
Kala benci liputi hati
Baik pekerti itu cela

Mata dibalut benci
Terlihat hanyalah keji
Laku baik tak akui
Melekat dengki dihati

Hina dengan kata
Sindir dengan syair
Ganggu dengan lagu
Suburkan benci dalam diri

Bagi ia yang benci
Tak selangkah ia berhenti
Slalu caci
Maki tiada terhenti

Miskin

Miskin bukan alasan
Tuk tak sembah Tuhan
Bukan halangan
Tuk tak jalankan perintah Tuhan
Bukan rintangan
Tuk tidak mengabdi pada Tuhan

Miskin harta boleh saja
Miskin hati janganlah
Dengan iman hati penuhi
Kosong tiadalah berarti

Jangan terlena hijau ranau dunia
Terpukau mata olehnya
Tenggelam tak dapat bangkit darinya
Hanyut diri karenanya
Tertipu kesenangannya
Sesaat sementara

Manusia sesat
Terjerumus terjerat
Buta hati kena muslihat
Ayat Tuhan tiada ia lihat

Dengan harta tiadalah selamat
Ancaman adzab akhirat
Berpunya dengan harta jangan khianat
Papa jangan berlaku bejat

Kutunggu

Datanglah satriaku
Hariku berselimut rindu
Terkenang akan wajahmu
Terbayang dirimu
Rasuki sukmaku

Bayangmu rayu diriku
Alunan cinta mendayu-dayu
Hadir dalam lamunanku
Ajakku terbang ke langit biru

Hati sakit ku rasa
Kala berpisah
Hadirmu ku damba
Obati hatiku luka
Gerbang hati ku buka
Sambut datangmu ksatria

Datanglah matahariku
Terangi kembali hidupku
Bangkitkan jiwa terkulai layu
Pancaran panas sinarmu
Surya harapanku

Di sisimu
Benderang hatiku
Di dekatmu
Damai hariku
Dirimu….. kutunggu…..

Mimpi

Malam ini
Kau pergi ke alam mimpi
Sampai puncak keindahan tinggi
Kau puja kau puji
Ciptaan Ilahi
Tiada yang tandingi




Berlayar dilautan mimpi
Bertemu kasih pujaan hati
Rindu tiada terperi
Kini terobati

Berlabuh di pulau impian
Dengan sang idaman
Kasih pujaan
Tawarkan kedamaian

Kicau burung bersautan
Warnai hati kasmaran
Tambah kesyahduan

Desiran ombak berkata
Berantaian sampaikan cinta
Pada kelembutan menjelma

Kata-kata bak serantaian mutiara
Gambarkanmu punya pekerti
Indah tiada tara
Jadikanmu ratu mimpi

Cobaan

Cobaan…..
Kerap datang dan turunkan
Tiap insan
Adakah iman

Coba ketakwaan
Tegar atau pudar berjatuhan
Tegar tanda kesenangan
Pudar kesengsaraan

Jangan lumpuh iman
Kala dapat cobaan
Tawakal pada-Nya
Bahagia kau rasa

Cobaan…..
Tak kan pernah bosan
Hampiri tiap kehidupan
Bagi kita iman
Jangan gadaikan

Sabar…..
Kala cobaan mendekat
Syukur…..
Kala nikmat didapat
Bahagia dunia sesaat
Selamat abadi di akhirat

Dendam

Banyak orang tak suka
Lihat kita jaya
Genggam citra dunia
Mereka picingkan mata
Pendam dendam dalam hatinya

Hubungan kuat kita
Coba ia hancurkan
Putuskan tali cinta
Demi tercapai tujuan
Semua ia lakukan

Apapun kan korbankan
Untuk kita kebinasaan
Api dendam nyalakan
Tuk bakar impian

Iri dengki
Tenggelamkan diri
Baik kita miliki
Dipandang ia keji
Melihat mata buta hati

Gelora dendam tak padam
Deburnya tak pernah karam

Serahkan pada Tuhan
Dapatlah pertolongan

Kembali

Nanti ku akan kembali
Padamu kasih
Rindu di hati
Tak tertahankan lagi

Tunggu ku akan datang
Sambutlah daku hai riang
Sungguh hati rasa senang
Temui yang ku kenang

Angin pengembara bawa kabar
Datang kumbang  tak sabar
Onak duri rintangi sukar
Terobos dengan tegar

Burung duta suara
Nyanyikan lagu cinta
Bagimu kenanga
Lantunan asmara
Membuai jiwa

Obatilah hati terlena
Dengan belaian kasihmu puja
Pesona cinta
Seindahnya pesona
Indah sejuta rasa

Halal Haram

Hidup adalah pilihan
Halal haram ditawarkan
Manusia tentukan pilihan
Semua kan pertanggungjawabkan
Dihadapan manusia dan Tuhan

Yang halal persilahkan
Ambil laksanakan
Pasti kan ada balasan
Tiap perbuatan
Itu janji Tuhan

Yang haram ambil tak apa
Kuatkan diri tuk pikul akibatnya
Jangan sesali adzab-Nya
Untukmu balasannya
Itu bukti Tuhan yang nyata

Jangan sekali permainkan
Hukum dan peraturan Tuhan
Halal jangan diharamkan
Jangan putar balikan
Undang murka Tuhan
Diri tak kan bisa selamatkan

Sadarlah manusia
Hidup sekali saja di dunia
Iman dan takwa
Bekal hidup di alam baka

Merpati

Daku terserang
Rindu meradang
Sayat hati yang kasmaran
Merpati jauh dipandang

Bagai pejuang fii sabiilillah
Sabetan pedang banyak mendera
Haus menahan dahaga
Mengharap setetes air cinta
Tuk pulihkan tenaga

Tlah ku berusaha
Tiada pula merpati ku dapat
Tlah ku mendatanginya
Ia terbang sangatlah cepat

Tak patutkah ku dapat
Kasih penghibur hati
Tak patutkah ku dapat
Cinta pelipur lara

Sekian lama ku berkelana
Tiada hati merpati terima
Terbang di angkasa sana
Tiada berdaya ku menjangkaunya
Duhai…..
Tiada ku berdaya


Dia

Kau Tanya
Sudahkah kasih ku punya
Kau kira
Tak ada bunga ku puja
Jangan salah sangka

Kini kau tahu
Bunga hati yang kurindu
Kau Tanya
Siapa gerangan orangnya

Tak kan ku katakana padamu
Siapa gerangan namanya
Ku takut ia malu
Kala ketahuinya

Ialah mentariku
Terang alam karenanya
Kalaulah tersipu malu
Gulita malam bagai buta mata

Ialah rembulan
Sejuk hati terkena sinarnya
Sungguh ia perempuan
Tenangkan hati tiap perkataanya
Manis budi pekertinya
Dia.....

Putriku

Wahai putriku tercinta
Sembunyikanlah raut wajah cantikmu
Dibalik jilbab panjangmu
Hiasilah dirimu dengan budi pekerti
Hambakan diri pada Ilahi Rabbi

Putriku......
Puspita belahan jiwa
Baktimu sungguh tiada tara
Putih hatimu seputih salju
Lestari cintamu

Kau…..
wanita salehah
Relakan penderitaan sendiri
Demi bahagia orang tua
Korbankan kepentingan pribadi
Bakti pada orang tua

Cintamu tak pernah layu
Bak bunga surga
Tetap segar selamanya

Jumat, 03 Juni 2011

Izzah


Duka lara tak terasa
Kala berjumpa
Riang bahagia
Menyelimuti jiwa raga

Izzah…..
Ku rindukan senyummu
Sangat ku rindukan
Ku rindukan candamu
Sangat ku rindukan

Ku harapkan kasihmu
Tuk sayangiku
Ku harapkan sayangmu
Tuk cintaiku
Izzah…..

Kan ku sirami cinta ini
Dengan air telaga suci
Bunga cinta tak kan layu
Masih tertimpa curahan rindu
Kasih menggebu

Akhlak hiasanmu
Malu pakaianmu
Ku kenang
Kan ku kenang

Kapan kita jumpa
Bertegur sapa canda dan tawa?
Izzah…..

Selasa, 31 Mei 2011

Tak Tahan

Walau t’lah berusaha kutahan diri
Tuk tidak mengungkapkan isi hati
Tapi hati telah dibalut cinta
Sungguh aku tak kuasa

Tak ingin ku gerakkan tangan ini
Tuk menulis untaian kata dalam hati
Namun apa daya……?
Jikalau rasa suka telah marasuk dalam jiwa
Tertanam dalam dada

Lama sudah ku menahan
Sampai kini ku tak tahan
Gejolak hatiku  memaksa
Tuk menyatakannya padamu sebuah rasa

Terpaksa kuungkapkan perasaan ini
Agar ringan derita jiwaku yang dirundung kasih
Ku tak mau hati ini lara dan sedih
Akibat perasaanku ini
Perasaan cinta dan kasih
Kini aku alami

Jikalau cintaku terbalas
Oh……hati rasa bahagia
Tapi bila tak terbalas
Apa daya cinta tak dapat dipaksa

Jawablah ungkapan ini !
Olehmu dari lubuk hati

Ilmu

Luasnya samudera dunia
Tak seluas ilmu yang Tuhan punya
Tingginya langit yang biru
Tiada sederajat tingginya dengan ilmu

Tuntutlah olehmu akan ilmu dunia
Tapi janganlah sekali-kali kau lupa
Tuntut pula ilmu agama
Agar engkau dapat hidup bahagia
Di alam dunia dan di akhirat yang baka

Hauslah engkau akan ilmu
Karena ia akan menerangi langkahmu
Apakah sama orang yang berilmu
Dengan yang tidak berilmu?
Adakah sama orang buta
Dengan  yang dapat melihat dengan mata?
Atau samakah antara gelap gulita dan terang benderang?

Maka tuntutlah ilmu selagi sempat
Namun setelah dapat jangan jadi jahat
Tuntutlah ilmu hingga kau pintar
Namun jangan sekali-kali kau jadi ingkar

Janganlah kau merasa hebat
Dengan ilmu yang telah kau dapat
Apalagi sampai berbuat bejat
Karena ilmumu hanyalah setetes air dilautan
Bila dibandingkan dengan ilmunya Tuhan

Do’a Cinta

Ya Allah…!
Jagalah diri hamba
Dari jerat pesona wanita
Yang akan melupakan hamba
Dari mengingat-Mu Tuhan Maha Kuasa

Jagalah diri hamba
Dari kecantikan wanita yang memikat
jagalah diri hamba agar tak tergoda
Dan tak terikat tali syetan yang kuat

Ya Allah….!
Peliharalah rasa cinta ini
Cinta yang suci nan murni
Dengan cinta ini ku mengabdi
Mengabdi pada-Mu ya Rabbi

Peliharalah cinta yang begitu tinggi
Yang tertanam dalam hati
Jangan sampai ternodai
Oleh nafsu birahi

Ya Allah….!
Jangan jadikan cinta ini
Sebagai musibah bagi diri
Jika ku tak kuasa
Tuk mengendalikannya
Jangan sampai cinta ini melupakanku
Dari menyebut asma-Mu

Ya Allah….!
Jikalau cinta ini adalah ketertawanan
Tawanlah hatiku dengan cinta kepada-Mu
Agar tak ada lagi dapat menawan hatiku
Jikalau rindu ini adalah rasa sakit
Penuhilah rasa sakit ini dengan rindu kepada-Mu

Terpana

Siapa tak terpana
Melihatmu yang cantik jelita
Siapa tak terperanga
Memandang keindahanmu yang mempesona

Aduhai …..kecantikan wajahmu
Keluhuran akhlakmu
Kelembutan sikapmu
Keindahan senyummu
Belenggu hatiku luluhkan kalbuku

Memandang wajahmu yang penuh pesona
Membuat jiwaku bergelora
Memandang matamu sayu merayu
Bergemuruh jantungku bak debur ombak samudera biru
Bergetar tubuhku ini
Menahan gejolak isi hati

Rasa suka cita bersemi dalam hati
Tumbuh subur di permukaan bumi hati
Kelopak cinta tersenyum merekah
Cinta sejati tumbuh dan mekarlah

Rindu merasuk dalam jiwa
Kala ku tak jumpa
Dirimu bersemayam dalam dada
Mengisi ruang hati hampa

Bersinarlah kini cahaya harapan
Terbitlah kini selera cinta yang ku dambakan
Alangkah bahagia kurasakan
Bila selalu bersamamu hai kasih pujaan

Cinta tak dapat dibohongi dan didustai
Cinta tumbuh dan berkembang dari lubuk hati
Cinta pemberian Ilahi Rabbi
Cinta mulia tinggi dan suci

Kucurahkan semua isi hatiku
Padamu bunga pujaanku
Senang dalam hati membekas di jiwa ini
Andai kau jadi milikku seorang diri

Cahya Cinta

Galap pekat tertutup mata hati
Tiada cahaya menyinari
Berlaku hina berbuat keji
Saling iri saling dengki
Begitu tiada henti
Dari generasi ke generasi

Berhala disembah sebagai Tuhan
Dijadikannya tempat pengaduan
Sapi dianggap binatang suci
Percaya segala kebutuhan ia yang cukupi

Namun kini…
Cahya cinta-Mu t’lah menyinari
Menembus tiap sanubari
Menerangi gulitanya lubuk hati
Terbitlah kini sinar kebenaran
Tenggelamlah sudah kebathilan

Cahya cinta-Mu
Cahya terang penyinar dalam kegelapan
Cahya cinta-Mu
Cahya terang petunjuk dalam kesesatan

Permusuhan berubah menjadi persaudaraan
Lenyap perceraian datanglah persatuan
Jalan berliku menuju kesesatan
Kini menuju jalan lurus penuh keselamatan
Atas kamurahan-Mu oh Tuhan
Tiada batasan

Rindu

Kau tahu ku sangat rindu padamu ?
T’lah lama kita tak bertemu
Dahaga merasuki jiwaku
Tandus gersang hatiku
Haus menjalar keseluruh tubuhku
Kering tiada tersiram walau setetes air cintamu

Sunyi sepi relung hati
Didalam gulita ku duduk sendiri
Tiadalah menemani
Kutunggu disini
Hai kasih pujaan hati

Ruang hati terasa hampa
Saat berpisah dengan kasih setia
Jauh tempatmu kini berkelana
Tak mungkin dapat ku menjangkaunya
Masih adakah bagi kita tuk berjumpa?

Kenangan indah selalu terbayang
Didalam benakku tak mudah terhapuskan
Tertulis dalam pikiran
Terukir dalam ingatan
Tiada mudah dapat ku lupakan

Terucap namamu pada perkataan orang
Berkelebat wajahmu ku bayang
Bercerita orang akan dirimu
Bertambah rindu hatiku

Angin malam mendekap diriku
Belai jiwaku yang sedang menahan rindu
Lembut terasa walau dingin tubuhku


Cinta Pandangan Pertama

Cinta pada pandangan pertama
Hanya sekilas tatap keindahan rupa
Cantik jelita menipu mata
Tak tahu akhlak yang ia punya

Senang rasa hati kala melihatnya
Senyum manis menyeringai kepadanya
Kedip mata tak dapat ditahannya
Tersimpan sejuta makna didalamnya

Berjalan gagah bagai arjuna
Kala berjalan didepannya
Lesatkan panah cinta tembus kejantung dada
Tak dapat ia menahan sakitnya
Rindu terbayang selalu wajah kasihnya

Namun ingatlah hai anak manusia
Cinta seperti ini tak kan bertahan lama
Terlalu cepat kau bangun cinta
Tanpa ada pendekatan yang lama
Kan cepat pula runtuhnya bangunan cinta
Karena tak ada pondasi kuat yang menopangnya

Bagai pohon yang baru tumbuh
Terhempas angin tercabut dabawa jauh
Karena akarnya tidaklah mampu
Menahan angin datang menyerbu

Tapi lihatlah pohon menjulang tinggi
Diterpa badai ia tetap kuat berdiri
Karena akarnya telah kuat menghujam
Kedalam tanah ia mencengkram
Inilah cinta tak kan pernah hilang
Walau badai fitnah dan segala rintangan
Kerap datang menerjang 

Laut

Terbentang luas sejauh mata memandang
Spoy angin menerpa pantai datangkan harapan
Lautan luas sebagai anugerah Tuhan
Terpendam di dalamnya penuh kenikmatan

Ikan-ikan melompat bergantian
Seraya bertasbih memuja Tuhan
Melengkapi keindahan
Terumbu karang di dasar lautan
Ikut pula mengagungkan
Atas karunia yang dilimpahkan

Para nelayan layarkan bahtera
Penuh ceria dan suka cita
Mengais rizki yang ada
Pemberian Tuhan Maha Esa

Namun keindahan itu kini hilang
Lenyap tak berbekas tinggal bayangan
Manusia-manusia setengah setan
Hancurkan seluruh harapan
Tinggal hanyalah kenangan

Bajak laut-bajak laut yang tak beradab
Hancurkan lingkungan tak tanggung jawab
Karang dara,bandeng dan rajungan
Sedikit demi sedikit musnah dalam pandangan
Kerang hijau,tenggiri dan barramundi
Masihkah ada untuk esok hari ?

Janji

Banyak orang berjanji demi kebenaran
Namun akhirnya ia injak-injak kebenaran
Banyak yang bersumpah demi keadilan
Namun kini dialah permainkan keadilan

Janjinya tak berbekas dalam hati
Seluruh ucapan ia ingkari
Kini ia jadi pengkhianat sejati
Sungguh ia tak malu pada diri
Atas kelakuannya tak terpuji

Lihatlah kala si munafik ucapkan kata
Buat orang lega dan bahagia
Namun kala tahu itu bohong belaka
Buat susah siapa saja

Bila anda berjanji
Jangan ucapkan kata sumpah yang pasti
Tapi katakanlah dengan sepenuh hati
Jika Tuhan mengizinkan dan meridhai
Janji kan s’lalu ku tepati

Jangan sekali-kali janji kau langgar
Karena janji adalah hutang yang mesti dibayar
Katakanlah “insya Allah” kala berjanji
Semoga ridha Tuhan menyertai

Dusta

Janji manis terucap dari bibirmu
Ku harap dan ku nanti pembuktiannya selalu
Namun tak kunjung jua apa ku dambakan
Entah lupa atau sengaja kau lupakan
Janji yang ku idamkan
Tenggelam ditengah kesunyian malam

Manisnya madu janjimu
Pahit kurasa karena keingkaranmu
Janji untuk kebahagiaan
Derita dan nestapa yang kurasakan

Sebagai seorang keturunan Hawa
Tentu kau tahu aku hanyalah seorang wanita
Lemah dan tak berdaya
Kala kau khianati cinta

Apa salahku ?
Apa dosaku ?
Sampai hatimu tega
Campakkan ku kelembah yang hina

Dasar kau pembohong
Dasar kau pendusta
Tak sedikitpun kau merasa iba
Kau lemparkanku kelembah derita

Penyakit

Keindahanmu t’lah tawan hatiku
Kecantikanmu t’lah jerat hatiku
Manisnya akhlak budi pekertimu
Membuatku tak kuat menanggung rindu
Pesonamu s’lalu goda diriku
Pesona iman tak pernah layu

Kan selalu ku jaga dan ku pelihara engkau hai bunga
Dari gangguan kumbang-kumbang kelana
Walau banyak kumbang bersaing
Berjuang tuk mempersunting
Namun sebagai kumbang sejati
Kan ku pertaruhkan harga diri ini
Tuk dapatkanmu kasih suci

Kini hatiku jatuh sakit
Terkena wabah penyakit cinta
Hingga ku tak sanggup bangkit
Dari pembaringan hati yang dilanda

Oh…betapa sakit penyakit ini
Dokter pun tak dapat obati
Tabib tak dapat sembuhkan

Sakit ini sungguh ada dan nyata
Tapi tak terdeteksi,bagian mana
Yang terkena penyakit sebenarnya
Ku Tanya sang pujangga cinta
Ternyata engkaulah itu obatnya
Pengobat rindu pelipur lara hatiku

Terpenjara

Kulantunkan salam keselamatan
Untukmu hai bunga pujaan
Harum aromamu tersebar luas
Terhembus angin
Bangkitkan gelora jiwa kumbang yang kasmaran

Ku tulis risalah ini
Tuk ungkapkan gambaran jiwa
Curahkan isi hati


Keluh dan kaku serasa lidahku
Tak mampu tuk berkata di hadapanmu
Walau sudah ku rangkai kata
Tuk sampaikan rasa
Namun di hadapanmu sungguh aku tak kuasa

Jangankan tuk merayumu
Apalagi mencumbu
Bahkan bertemu muka bertatap mata
Berdiri di hadapanmu sungguh aku tak mampu

Kasih sayang besar
Tertanam pada diri setiap insan

Hati para dewasa pasti akan disentuhnya
Tak luput pula hatiku kini dikecupnya
Tak berdaya dan tak kuasa
Ku keluar dari belenggunya

Kini hatiku terpenjara
Dibalik dinding kasih sayangmu
Menutup semua jalan hati
Tuk palingkan ke selain dirimu

Ulang Tahun

Selamat ulang tahun ku ucapkan
Semoga engkau bahagia dan penuh kesejahteraan
Semoga panjang umur ku do’akan
Bukan umurmu bertambah panjang
Tapi laku baikmu menjadi kenangan sepanjang zaman

Banyak orang merayakan
Hari ulang tahun penuh keceriaan
Hakikatnya hari kematianlah yang mereka rayakan
Karena sisa umur kian berkurang
Dan maut kan datang menjelang

Ceria dan bahagia boleh saja
Dihari ulang tahun tuk ungkapkan segala rasa
Namun coba renungkanlah olehmu
Kini hilang satu tahun sisa umurmu
Kematian semakin mendekatimu

Makan dan minumlah sepuasnya dipesta
Senang-senanglah dihari ulang tahun
Tapi ingatlah gunakan pikiran anda
Masih bisakah esok anda bangun

Banyak hadiah mungkin t’lah kau terima
Dari teman dan sahabat tercinta
Mulai dari yang rendah sampai yang tinggi harganya
Kuucapkan kata maaf pada anda
Karena ku tak dapat memberi apa-apa
Selain dari nasihat ini saja

Kalimah Thayyibah

kalau kau lihat keindahan
bunga cinta bertebaran
butir-butir permata beterbangan
kamilau emas menyilaukan
“Subhanallah” hendak kau ucapkan

Kalau kau sebuah anugerah
Emas intan permata berlimpah
Dilindungi rumah megah
Mobil mewah pakaian indah
Ucapkanlah “Al-hamdulillah”

Kalau kau lihat segolongan umat
Jadikan berhala tempat bertambat
Jangan kau mendekat
Karena jaring muslihat kan menjerat
Ucapkanlah “Laa ilaaha illallah” sebagai pengikat

Kalau kau lihat pasukan bertempur
Para syuhada mulai gugur
Para pahlawan tersungkur
Hempaskan pedang! mereka kan kabur
Teriakkan “Allahu akbar” mereka kan hancur

Kau palingkan muka kesemua arah
Kesanalah ucapkan kalimah tyayyibah