Galap pekat tertutup mata hati
Tiada cahaya menyinari
Berlaku hina berbuat keji
Saling iri saling dengki
Begitu tiada henti
Dari generasi ke generasi
Berhala disembah sebagai Tuhan
Dijadikannya tempat pengaduan
Sapi dianggap binatang suci
Percaya segala kebutuhan ia yang cukupi
Namun kini…
Cahya cinta-Mu t’lah menyinari
Menembus tiap sanubari
Menerangi gulitanya lubuk hati
Terbitlah kini sinar kebenaran
Tenggelamlah sudah kebathilan
Cahya cinta-Mu
Cahya terang penyinar dalam kegelapan
Cahya cinta-Mu
Cahya terang petunjuk dalam kesesatan
Permusuhan berubah menjadi persaudaraan
Lenyap perceraian datanglah persatuan
Jalan berliku menuju kesesatan
Kini menuju jalan lurus penuh keselamatan
Atas kamurahan-Mu oh Tuhan
Tiada batasan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar